Daftar Blog Saya

  • Pemuda dan Pemimpin - *"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"* Siapa yang tidak mengenal...
    7 tahun yang lalu

Daftar Blog Saya

Kamis, 02 Oktober 2014

The Secret Life -Part 1-

 Ini ceritanya belum terselesaikan, mungkin akan dilanjutin berpart-part gitu. Ditunggu ajaa yaaa;)


Tittle: The Secret life.
Genre: Misterius, Family, Romantic, Conflict, Teen, Love.
Cast:
-        Justin Bieber as Justin palmer.
-        Ariana Grande as Medison Stewart.
-        Bisma Karisma as Bisma Stewart
-        Suri Cruise as Suri Stewart
-        Pattie Mallette as Pattie Stewart


***
[Part1]
           
            Disebuah rumah, tepatnya di sebuah kamar berdesain elegant terlihat seorang gadis yang sedang gusar mencari barang miliknya. Gadis itu membulak-balikkan badannya kesana-kemari menatap seluruh ruangan bahkan memeriksa seluruh ruangan dikamarnya.

            “Mom, apa kau melihat sepatu bootsku?” Teriak gadis berambut hitam berkilau dari dalam kamarnya, Dison.

            “Dimana terakhir kali kau meletakkannya, Dison?” balas seorang wanita paruh baya berjalan menaiki tangga menghampiri sang putri.

            “aku letakkan disini semalam.” Dison menunjukan jari tangannya kearah belakang pintu.

            “Dison pelankan volumemu! Suara mumenggangguku.” Seorang pria berjalan menghampiri suara gaduh itu.

            “Bisma, seaptu boots mahalku yang baru kemarin ku beli hilang! Kau tau, sepatuku itu limited edition” Bisma memutar bola matanya jengah menatap Dison seolah ingin menerkamnya.

            “Coba kau tanyakan dahulu kepada adikmu Suri. Mungkin saja dia tau dimana sepatumu.” Pattie berbicara dengan nada yang sangat lembut.

            “Oh ya mom, kau benar. Aku harusmenanyakan kepada Suri. Bisma tolong panggilkan Suri."

            “Kau ini sudah menggangguku,sekarang dengan seenaknya kau menyuruhku! Huh, kakak tidak tau diri.” Bisma menggerutu malas, berjalan menuju kamar tidurnya kembali.

            “Ada apa? Aku mendengar ada yang memanggilku”muncul gadis kecil berambut sedikit kecoklatan dengan membawa boneka.

            “Oh ya, memang, aku yang memanggilmu. Kau tau dimana sepatu bootsku?” Tanya Dison penuh dengan tatapan mengintimidasi.

            “Maksudmu ini.” Suri menunjuk kebawh memperlihatkan sepatu boots yang dirinya pakai.

            “Ya mom, itu milikku.” Dison mengarahkan wajahnya dan menunjuk sepatu bootsnya. Bagaimana bisa sepatu bootsnya ada di adiknya ini? Huh, memang menyebalkan sekali dia, meminjam barangku tanpa memberitahuku. “kembalikan” Ujar Dison dengan nada tegas dan memerintah serta menyodorkan tangannya malas.

            “Tidak, aku tidak mau mom”

            “Oh ayolah Suri, itu milik kakakmu” Suara Pattie dengan lembut.

            “Tapi aku suka dengan sepatu ini mom, aku ingin memilikinya” Suri berjalan mundur sedikit menjauh dan memasang puppy eyes yang sebentar lagi mengeluarkan air dari dalam matanya.

            “Lihatlah kebawah sayang, sepatu itu tidak cocok dengan ukuran kakimu.”

            “Tapi aku ingin Mom.” Suri tetap dengan pendiriannya untuk mempertahankan keinginannya.

            Anak nakal, selalu saja menginginkanapa yang kupunya. Bukankah dia sudah merasa beruntung karena dengan gampangnya meminta dan hanya mengajak Mom membeli sesuatu yang diinginkiannya tanpa mempergunakan usaha untuk mengumpulkan uang. Pikir Dison kesal.

            “Kembalikan Suri, jangan membuat Mom marah. Kau tahu bahwa banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Nada suara Pattie meninggi akibat kesal.

            Dison tidak tega melihat adiknya yang hampir menangis. “Mom, sudahlah jangan membentaknya. Kasihan dia masih terlalu kecil.” Dison menenangkan Pattie yang tersulut emosi. “Suri, sekarang kembalikan sepatuku, jangan membuat Mom kesal.” Dison berbicara lembut agar tidak membut luka dihati Suri.

            “Sayang, kembalikan sepatu milik kakakmu. Mom harus segera membereskan barang-barang. Kau tau kan hari ini kita akan pindah ke New Jersey.” Perlahan-lahan Suri menurut dengan perintah momnya lalu membungkuk untuk melepas sepatu boots milik Dison.

            “Aku ingin yang baru!” Terlihat Suri mulai menegeluarkan air matanya, karena merasa kalah dari pertarungan ini walaupun hanya sepele, tapi Suri memang selalu kalah.

            “Okey, kita akan membelinya saat diperjalanan ke rumah baru kita.”


***

            “Terimakasih Mom, kau sangat baik padaku, dan sepatu ini terlihat lebih bagus dibanding dengan milik Dison.” Suri terkekeh kecil setelah keluar dari sebuah toko sepatu ternama. Dia langsung memakainya untuk memamerkannya pada Dison.

            “Yaa..yaa. kau terlihat senang sehingga terlihat seperti habis memenangkan lotere, sangat lucu sekali.” Bisma terkekeh kecil memperhatikan tingkah adiknya.

            Mungkin bagi Bisma itu merupakan kelakuan Suri yang lucu, tapi tidak menurut Dison itu adalah kelakuan yangmenjijikkan baginya mengingat dirinyalah yang tersudut “Kau terlalu berlebihanSuri.”

            “Sudahlah, ayo kita kembali ke mobil dan ,melanjutkan perjalanan.” Pattie berjalan kearah mobilnya yang diparkir tidak jauh dari toko sepatu dan disusul oleh anak-anaknya.


***


Dison’s View

            Sekarang sudah berdiri dihadapanku rumah yang begitu megah dan tampak sangat besar, seperti istana-istana dalam dongeng. Aku memutarkan kedua bola mataku lantas takjub dengan istana yang berada dihadapannya. Tetapi kata takjub bukan berarti suka bagiku. Aku tidak suka dengan arsitektur rumah ini yang terkesan aneh dan buruk.

            “Wow, rumah macam apa yang sekarang berdiri dihadapanku? Mom, ini tidak terlihat seperti rumah melainkan istana.”Bisma berdecak kagum lalu memutarkan pandangannya  mengitari rumah itu. eh, maksudku istana itu.

            “Mom, aku tidak suka dengan rumah ini. Rumah ini tidak terlihat seperti rumah yang lainnya dan juga mungkin aku takkan bisa membuka situs favoritku mengingat rumah ini berada disekitar bukit.Mengapa kau menghambur-hamburkan uangmu dengan hanya membeli rumah semacam ini. Kau bisa menyewa apartement jika kau mau, dan akupun juga pasti mau.” Ucapku dengan nada merendahkan, bukan nada merendahkan tapi memang tempat ini yang rendahan.

            “Are you afraid a spoiled child?” goda Bisma dengan tatapan evilnya.

            “No, I'm not afraid” Jawabku dengan nada ketus. Berusaha mengelak pernyataan Bisma yang sejujurnya itu memang aku rasakan saat ini.

            “Come on, we go. Janganlah berdebat.Dan Dison aku menyukai rumah ini. Aku tidak perduli jika kau tidak suka dengan rumah ini. Walau kau tidak suka, kita akan tetap tinggal disini.” Ujar Pattie dengan nada penuh penekanan.

            “Uhh, aku tidak menyukai saat-saat ini..” Desisku. Aku tidak suka saat-saat seperti ini, pendapatku tidak sama sekali di tanggapi oleh mereka. Padahal aku benci itu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasibku bila terus berada dirumah kuno ini. Aku bisa gila mungkin.

            Muncul seorang pemuda tampan dengan model rambut hairflip. Pemuda tersebut memakai T-shirt hitam dilapisi dengan sweater hitam dan dipadukan dengan jeans abu-abu miliknya.

            “Hai Pattie..”
 Ariana Grande as Medison Stewart

Bisma Karisma as Bisma Stewart

Suri Cruise as Suri Stewart

Pattie Mallette  as Pattie Stewart

Tidak ada komentar:

Posting Komentar