Daftar Blog Saya

  • Pemuda dan Pemimpin - *"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"* Siapa yang tidak mengenal...
    7 tahun yang lalu

Daftar Blog Saya

Sabtu, 19 Januari 2019

#10yearschallange

Halo, saya kembali menulis setelah sekian lamanya hehe..

Sekarang ini, lagi ngetrend tentang #10yearschallange , banyak yang upload foto - foto mereka di 10 tahun yang lalu. Tapi, saya punya pemikiran lain. Dibandingkan membandingkan diri kita dengan masa lalu, lebih baik mendoakan masa depan supaya lebih baik lagi.

Jadi...

Disinilah saya, menulis sebuah surat untuk diri saya sendiri 10 tahun yang akan datang. Karena umur gaada yang tau, tapi semoga saja saya bisa membacanya kembali 10 tahun lagi:)

**
Halo kamu, diriku 10 tahun yang akan datang:)

Disini, aku, masa lalu mu hehe.

Aku menulis ini, tepat diminggu saat umur bertambah menjadi 20 tahun.
Aku ceritakan sebuah kisah terlebih dahulu, kalau - kalau nanti kamu lupa.

Saat ini, umurku 20 tahun. Pas sekali.
Ekspetasiku ketika umur 20 tahun, maka akan terlihat semakin dewasa. Baik dari penampilan ataupun dari pemikiran. Seperti kebanyakan artis - artis di televisi. Namun, nyatanya itu tidak seperti itu.

Nyatanya, di umur 20 tahun ini. Aku tetap menjadi diriku. Tetap berpenampilan sama, berselera sama, dan berfikiran yang sama. Mungkin, umur ini adalah umur dimana aku akan memulai diri untuk berubah.

Kamu tau, saat ini aku sedang berjuang agar ketika kamu membacanya nanti. Kamu akan merasa bangga pada aku (dirimu yang lalu). Percayalah, saat ini aku menyadari beberapa hal yang membuat diriku merasa kecil.

Aku ingin mengungkapkan terlebih dahulu perasaan yang sering aku rasakan di umur - umur produktif ini.

Aku merasa, diriku kurang produktif. Melihat banyak orang mampu menciptakan ini dan itu. Mampu survive untuk hal - hal baru, berkembang lebih banyak dan lain sebagainya. Disaat orang - orang sibuk atau produktif, waktu yang ku gunakan saat ini masih sama. Masih banyak untuk menonton drama, tidur, bermain games dan segudang kegiatan lain yang kurang produktif.

Percayalah, menghilangkan rasa malas itu sulit. Ini saja aku mengumpulkan niat dari lama dan baru bisa dilaksanakan sekarang.

Diumur segini, aku sering memikirkan sesuatu yang membuat aku pusing dan cemas. Ya, itu tentang masa depan. Dimana setiap kali aku ingin mencoba hal baru, dan akan menjalankannya. Aku cemas itu tidak akan berhasil dan membuatku gagal.

Banyak pepatah mengatakan, gagal merupakan keberhasilan yang tertunda. Namun, aku masih sangat - sangat takut untuk menghadapi kegagalan. Mungkin, karena selama ini aku selalu menggapai apa yang aku inginkan. Seiring bertambahnya waktu, kecemasan itu semakin bertambah yang membuatku harus me-healing diri sendiri terus - menerus. Itulah alasan aku menonton drama atau melakukan hal yang kurang produktif yaitu untuk me-healing diri.

Mungkin bukan me-healing diri, lebih tepatnya untuk menghilangkan kecemasan tersebut yang tergantikan dengan sesuatu hal yang menyenangkan hanya untuk sesaat. Kenapa aku melakukan itu ketika aku tau bahwa itu tidak produktif dan membuang waktu? Karena, ketika kecemasan itu datang, rasanya sangat - sangat menyiksa. Membayangkannya saja takut.

Kecemasan tentang masa depan, kecemasan tentang hal inovasi yang harus diciptakan, kecemasan tenang segala hal yang ingin dilakukan hanya saja bingung harus memulai dari mana, dan kecemasan untuk takut gagal.

Tenang, untuk saat ini aku sudah mulai berfikir untuk memulai semua hal yang harus dilakukan untuk kamu (masa depanku). Mulai menyicil mempelajari hal - hal baru, hal - hal yang harus dipelajari dan mulai lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Saat ini, aku mulai untuk menambah wawasanku, agar kelak kamu tidak ketinggalan wawasan ketika mengobrol dengan teman - temanmu. Agar kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan saat ini.

Dimana saat ini aku merasa menjadi seseorang yang kecil, yang tidak tau apa - apa, dan seseorang yang merasa bahwa dunia itu kejam. Aku terlalu terlena dengan duniaku yang kecil, sehingga ketika melihat dunia yang lebih besar susah untuk menempatkan diri.

Untukmu, percayalah bahwa disini aku melakukan yang terbaik untukmu. Disini aku berusaha keras, disini aku berusaha memperkuat diriku.

Untukmu, ketika dunia sudah tidak berada pada genggamanmu. Ketika dunia tidak lagi mengikuti keinginanmu. Percayalah, bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik untukmu. Percayalah, bahwa masih bisa ada pelangi dibalik hujan badai yang besar. Jadi, jangan berputus asa ketika kamu merasa dibawah.

Untukmu, ketika tidak ada orang yang menyemangatimu lagi disampingmu. Ketika orang - orang meremehkanmu. Ketika orang - orang mulai menganggapmu tidak ada. Dan ketika kamu merasa sendirian. Percayalah, disini aku selalu mendukung semua keputusanmu. Aku disini akan selalu bilang:

'you did well, and I'm so pround of you.'

Walau aku gatau apa yang akan terjadi dan apa yang akan dihadapi sama kamu. Tapi, aku tau bahwa kamu bisa menghadapi semua itu dengan baik. Aku tau bahwa kamu bisa melakukannya. Kamu hanya harus berusaha sekuat mungkin, berdoa sebanyak mungkin, dan percaya bahwa semua hasil yang didapat merupakan hasil terbaik yang diberi oleh Allah.

Untukmu, mulai belajar menghargai hal - hel kecil. Mulai mengapresiasikan perubahan sedikitpun dari dirimu. Dan jangan terlalu mendengarkan perkataan - perkataan orang. Mendengarkan boleh, hanya saja jangan sampai membuatmu jatuh. Bangun kepercayaan dirimu, bangun pondasi yang kuat untuk dirimu sendiri. Jangan mau digoyahkan oleh orang - orang yang tidak tau tentang mu.

Mungkin, ketika kamu membaca ini.. kamu sudah memiliki seseorang pasangan yang menemanimu? Percayalah, orang tersebut merupakan orang terbaik yang diberikan oleh Allah untukmu. Jaga orang tersebut, bantu dia untuk memperbaiki diri juga. Agar kelak, kalian memiliki keturunan yang lebih baik.

Ketika kamu membaca ini saat sudah berumah tangga. Jaga rumah tangga kamu. Didik keluarga agar tidak menjadi keluarga yang seperti aku rasakan. Jaga keharmonisan dan komunkasi dalam keluarga. Dan sayangi keluargamu. 

Disini, aku akan berusaha agar kelak kamu bisa menjadi orang yang hebat. Bisa menjaga orang - orang yang kamu sayang, dan bisa memberikan mereka hal - hal yang sepantasnya mereka dapatkan.

Jika kamu masih sendiri dan belum menemukan seseorang yang tepat untuk dirimu. Percayalah, semua itu berada di tangan Allah. Allah akan memberikan seseorang yang terbaik untukmu. Kamu cukup mempersiapkan diri untuk mempantaskan diri ketika bertemu. Jangan takut, kamu adalah seseorang yang special. Banyak orang yang menyayangimu, termasuk aku.

Satu pesanku untukmu, jangan pernah menyesal apa yang telah kamu lakukan. Berbuat baiklah, benarkan apa yang menurutmu benar dan perbaiki apa yang menurutmu salah. Jangan goyah! Bangun keteguhan diri, sehingga kamu menjadi perempuan yang kuat. Aku akan berjuang untuk dirimu yang lebih baik. Semangat!

- Diriku, 10 tahun lalu.

**

Panjang juga ternyata surat yang ditulis hehe, Semoga 10 tahun lagi masih bisa baca ini:)