Daftar Blog Saya

  • Pemuda dan Pemimpin - *"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"* Siapa yang tidak mengenal...
    7 tahun yang lalu

Daftar Blog Saya

Sabtu, 19 Januari 2019

#10yearschallange

Halo, saya kembali menulis setelah sekian lamanya hehe..

Sekarang ini, lagi ngetrend tentang #10yearschallange , banyak yang upload foto - foto mereka di 10 tahun yang lalu. Tapi, saya punya pemikiran lain. Dibandingkan membandingkan diri kita dengan masa lalu, lebih baik mendoakan masa depan supaya lebih baik lagi.

Jadi...

Disinilah saya, menulis sebuah surat untuk diri saya sendiri 10 tahun yang akan datang. Karena umur gaada yang tau, tapi semoga saja saya bisa membacanya kembali 10 tahun lagi:)

**
Halo kamu, diriku 10 tahun yang akan datang:)

Disini, aku, masa lalu mu hehe.

Aku menulis ini, tepat diminggu saat umur bertambah menjadi 20 tahun.
Aku ceritakan sebuah kisah terlebih dahulu, kalau - kalau nanti kamu lupa.

Saat ini, umurku 20 tahun. Pas sekali.
Ekspetasiku ketika umur 20 tahun, maka akan terlihat semakin dewasa. Baik dari penampilan ataupun dari pemikiran. Seperti kebanyakan artis - artis di televisi. Namun, nyatanya itu tidak seperti itu.

Nyatanya, di umur 20 tahun ini. Aku tetap menjadi diriku. Tetap berpenampilan sama, berselera sama, dan berfikiran yang sama. Mungkin, umur ini adalah umur dimana aku akan memulai diri untuk berubah.

Kamu tau, saat ini aku sedang berjuang agar ketika kamu membacanya nanti. Kamu akan merasa bangga pada aku (dirimu yang lalu). Percayalah, saat ini aku menyadari beberapa hal yang membuat diriku merasa kecil.

Aku ingin mengungkapkan terlebih dahulu perasaan yang sering aku rasakan di umur - umur produktif ini.

Aku merasa, diriku kurang produktif. Melihat banyak orang mampu menciptakan ini dan itu. Mampu survive untuk hal - hal baru, berkembang lebih banyak dan lain sebagainya. Disaat orang - orang sibuk atau produktif, waktu yang ku gunakan saat ini masih sama. Masih banyak untuk menonton drama, tidur, bermain games dan segudang kegiatan lain yang kurang produktif.

Percayalah, menghilangkan rasa malas itu sulit. Ini saja aku mengumpulkan niat dari lama dan baru bisa dilaksanakan sekarang.

Diumur segini, aku sering memikirkan sesuatu yang membuat aku pusing dan cemas. Ya, itu tentang masa depan. Dimana setiap kali aku ingin mencoba hal baru, dan akan menjalankannya. Aku cemas itu tidak akan berhasil dan membuatku gagal.

Banyak pepatah mengatakan, gagal merupakan keberhasilan yang tertunda. Namun, aku masih sangat - sangat takut untuk menghadapi kegagalan. Mungkin, karena selama ini aku selalu menggapai apa yang aku inginkan. Seiring bertambahnya waktu, kecemasan itu semakin bertambah yang membuatku harus me-healing diri sendiri terus - menerus. Itulah alasan aku menonton drama atau melakukan hal yang kurang produktif yaitu untuk me-healing diri.

Mungkin bukan me-healing diri, lebih tepatnya untuk menghilangkan kecemasan tersebut yang tergantikan dengan sesuatu hal yang menyenangkan hanya untuk sesaat. Kenapa aku melakukan itu ketika aku tau bahwa itu tidak produktif dan membuang waktu? Karena, ketika kecemasan itu datang, rasanya sangat - sangat menyiksa. Membayangkannya saja takut.

Kecemasan tentang masa depan, kecemasan tentang hal inovasi yang harus diciptakan, kecemasan tenang segala hal yang ingin dilakukan hanya saja bingung harus memulai dari mana, dan kecemasan untuk takut gagal.

Tenang, untuk saat ini aku sudah mulai berfikir untuk memulai semua hal yang harus dilakukan untuk kamu (masa depanku). Mulai menyicil mempelajari hal - hal baru, hal - hal yang harus dipelajari dan mulai lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Saat ini, aku mulai untuk menambah wawasanku, agar kelak kamu tidak ketinggalan wawasan ketika mengobrol dengan teman - temanmu. Agar kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan saat ini.

Dimana saat ini aku merasa menjadi seseorang yang kecil, yang tidak tau apa - apa, dan seseorang yang merasa bahwa dunia itu kejam. Aku terlalu terlena dengan duniaku yang kecil, sehingga ketika melihat dunia yang lebih besar susah untuk menempatkan diri.

Untukmu, percayalah bahwa disini aku melakukan yang terbaik untukmu. Disini aku berusaha keras, disini aku berusaha memperkuat diriku.

Untukmu, ketika dunia sudah tidak berada pada genggamanmu. Ketika dunia tidak lagi mengikuti keinginanmu. Percayalah, bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik untukmu. Percayalah, bahwa masih bisa ada pelangi dibalik hujan badai yang besar. Jadi, jangan berputus asa ketika kamu merasa dibawah.

Untukmu, ketika tidak ada orang yang menyemangatimu lagi disampingmu. Ketika orang - orang meremehkanmu. Ketika orang - orang mulai menganggapmu tidak ada. Dan ketika kamu merasa sendirian. Percayalah, disini aku selalu mendukung semua keputusanmu. Aku disini akan selalu bilang:

'you did well, and I'm so pround of you.'

Walau aku gatau apa yang akan terjadi dan apa yang akan dihadapi sama kamu. Tapi, aku tau bahwa kamu bisa menghadapi semua itu dengan baik. Aku tau bahwa kamu bisa melakukannya. Kamu hanya harus berusaha sekuat mungkin, berdoa sebanyak mungkin, dan percaya bahwa semua hasil yang didapat merupakan hasil terbaik yang diberi oleh Allah.

Untukmu, mulai belajar menghargai hal - hel kecil. Mulai mengapresiasikan perubahan sedikitpun dari dirimu. Dan jangan terlalu mendengarkan perkataan - perkataan orang. Mendengarkan boleh, hanya saja jangan sampai membuatmu jatuh. Bangun kepercayaan dirimu, bangun pondasi yang kuat untuk dirimu sendiri. Jangan mau digoyahkan oleh orang - orang yang tidak tau tentang mu.

Mungkin, ketika kamu membaca ini.. kamu sudah memiliki seseorang pasangan yang menemanimu? Percayalah, orang tersebut merupakan orang terbaik yang diberikan oleh Allah untukmu. Jaga orang tersebut, bantu dia untuk memperbaiki diri juga. Agar kelak, kalian memiliki keturunan yang lebih baik.

Ketika kamu membaca ini saat sudah berumah tangga. Jaga rumah tangga kamu. Didik keluarga agar tidak menjadi keluarga yang seperti aku rasakan. Jaga keharmonisan dan komunkasi dalam keluarga. Dan sayangi keluargamu. 

Disini, aku akan berusaha agar kelak kamu bisa menjadi orang yang hebat. Bisa menjaga orang - orang yang kamu sayang, dan bisa memberikan mereka hal - hal yang sepantasnya mereka dapatkan.

Jika kamu masih sendiri dan belum menemukan seseorang yang tepat untuk dirimu. Percayalah, semua itu berada di tangan Allah. Allah akan memberikan seseorang yang terbaik untukmu. Kamu cukup mempersiapkan diri untuk mempantaskan diri ketika bertemu. Jangan takut, kamu adalah seseorang yang special. Banyak orang yang menyayangimu, termasuk aku.

Satu pesanku untukmu, jangan pernah menyesal apa yang telah kamu lakukan. Berbuat baiklah, benarkan apa yang menurutmu benar dan perbaiki apa yang menurutmu salah. Jangan goyah! Bangun keteguhan diri, sehingga kamu menjadi perempuan yang kuat. Aku akan berjuang untuk dirimu yang lebih baik. Semangat!

- Diriku, 10 tahun lalu.

**

Panjang juga ternyata surat yang ditulis hehe, Semoga 10 tahun lagi masih bisa baca ini:)

Sabtu, 28 April 2018

Pemuda dan Pemimpin

"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"

      Siapa yang tidak mengenal kutipan tersebut. Kutipan dari seorang ploklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Seorang pemimpin yang amat bijak yang dirindukan negaranya. Pemimpin yang mengantarkan Indonesia kepada keadaan yang lebih baik, melepaskan penjajahan di Indonesia.

     Sebenarnya, apa itu pemimpin?

     Pemimpin adalah seseorang yang memiliki public speaking yang baik dan memiliki kelebihan sehingga Ia dapat mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu dan mencapai tujuan tertentu. Pemimpin pastinya selalu bersinggungan dengan kepemimpinan. Kepemimpinan adalah suatu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

     Dalam bahasa inggris, pemimpin diartikan sebagai 'leader' yang memilik tugas untuk memimpin atau me'lead' para anggotanya. Nah, makna dari pimpin tersebut yaitu:
1. Loyality
Seorang pemimpin harus memiliki rasa loyal kepada anggota-anggotanya dan membangkitkan semangat para anggotanya.
2. Educate
Seorang pemimpin haruslah memiliki wawasan yang luas sehingga dapat membarikan edukasi kepada anggota-anggotanya.
3. Advice
Seorang pemimpin harus bisa memberikan sebuah saran untuk satau hal. Baik dalam permasalahan maupun dalam diskusi.
4. Discipline
Tidak dapat dikatakan seorang pemimpin jika seorang itu tidak memiliki sifat disiplin. Karena seorang pemimpin haruslah memberikan tauladan kepada anggota-anggotanya.

     Bagaimana keadaan Indonesia saat ini?

     Saat ini, Indonesia sedang mengalami krisis pemimpin. Dimana banyak pemimpin Indonesia yang tidak menjalaninya sesuai amanah. Sehingga dapat dikatakan Indonesia sedang darurat pemimpin.

     Lalu, bagaimana dengan pemuda Indonesia?

     Di era teknologi ini, pemuda Indonesia banyak yang terbuai akan kenikmatan dunia sehingga banyak pemuda Indonesia yang merasa malas akan mencari sebuah ilmu dari membaca buku. Karena mereka bisa mencari sebuah jawaban dengan instan melalui internet dengan mengetikkannya saja.

     Apa peran mahasiswa kali ini?

      Untuk mahasiswa, mulailah memperbaiki diri sendiri. Menjadi yang lebih baik, mempelajari semua ilmu yang dapat dipelajari dan mencari sebanyak-banyak nya ilmu. Menjadi orang yang bertauladan baik sehingga kelak ketika menjadi pemimpin akan menjadi pemimpin yang baik.

       Jika diri dari tiap-tiap orang telah baik, maka pemimpin Indonesia di generasi yang akan datang menjadi pemimpin yang baik dan bisa memajukan Indonesia kearah yang lebih positif.

PKMF 1

Hallo, 

Saya balik lagi buat share tentang kelanjutan dari Pra PKMF kemarin, yaituuuuu -> PKMF1 yeayyy!!


Okay.


     PKMF 1 diadakan pada hari Rabu, 25 April 2018. Acara mulai pada  pukul 15.30 atau sehabis solat Ashar. Nah, pada PKMF 1 ini waktunya lebih singkat dibandingkan dengan Pra PKMF kemarin. Di PKMF 1 penyampaiannya juga hanya berupa materi dan pemberian penugasan dengan hal-hal yang harus dibawa saat PKMF 2 nanti.

     Nah, disini saya bakal share materi dari PKMF 1. Membagikan ilmu itu wajib bukan?kkkk~


Tema : Pendidikan Kontemporer
Oleh : Raka Ramadhana

     Sebelum memasuki tentang pendidikan komtemporer, kita harus lebih dahulu mengetahui mengapa pendidikan itu penting.
     Pendidikan telah diatur oleh negara yaitu pada UU No. 20 Tahun 2003 (Pendidikan Nasional). Nah, menurut UU No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

     Berbicara tentang pendidikan, bagaimana sih pendidikan yang baik itu? Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan yang baik itu pendidikan yang dapat membantu peserta didik untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dapat diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selain dari pada itu semua, pendidikan yang baik harus sesuai dengan norma-norma pancasila dan Undang Undang Dasar.

     Kenapa sih Pendidikan itu penting? Seberapa penting pendidikan itu?

     Pendidikan itu sangat sangat penting. Untuk mengetahui seberapa pentingnya pendidikan, saya akan ulas beberapa Urgensi dari Pendidikan.

1. Memberikan Pengetahuan
          Dari Pendidikan, kita mendapatkan banyak informasi berupa pengetahuan-pengetahuan yang diberikan maupun diajarkan di dalam sekolah. Baik disekolah formal maupun non-formal. Sering bertambahnya waktu, tingkat pendidikan yang ditempuh semakin tinggi. Jadi, pengetahuan yang didapatkan juga semakin banyak.
2. Karir Pekerjaan
          Pendidikan sudah menyiapkan bekal-bekal yang diperlukan untuk didunia pekerjaan nanti secara tidak langsung. Pendidikan berkontribusi dalam menyusun dan memilih karir pekerjaan yang diinginkan oleh peserta didik. Jika seorang peserta didik ingin menjadi seorang dokter, maka kuliahlah ia di jurusan kedokteran. Walau tidak menutup kemungkinan, semua yang berkuliah di kedokteran menjadi dokter, tetapi jalan yang ditempuh sudah sejalur dengan karir pekerjaan yang diinginkan.
3. Membangun Karakter
          Pendidikan di Indonesia sedang dicanangkan ke Pendidikan Berkarakter. Apa itu Pendidikan Berkarakter? Yaitu pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter suatu individu untuk generasi selanjutnya yang lebih baik.
          Nah, dari pendidikan kita dapt membangun karakter-karakter dengan melatih softskill yang disediakan disetiap jenjang pendidikan. Softskill disini bisa berupa ekstrakulikuler maupun berupa pelatihan-pelatihan khusus.
4. Pencerah Kehidupan
         Kenapa pendidikan  dapat memberikan pencerah dalam kehidupan? Karena pendidikan memiliki banyak manfaat yang dapat kita ambil. Banyak ilmu maupun softskill yang dapat kita serap dan kita latih. Seperti ketika kita ingin menjadi seorang guru. Maka, seorang guru haruslah memiliki ilmu pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan muridnya dan memiliki publik speaking yang baik. Jika seorang guru tidak menempuh jalur pendidikan, maka apa ilmu yang akan dibagikan oleh sang guru kepada muridnya?
5. Kemajuan Bangsa
           Pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, telah tercantumkan salah satu tujuan dari negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dimana melalui pendidikan salah satu yang dapat mencerdaskan bangsa. Jika bangsa sudah cerdas maka sebuah kemajuan dari bangsa tersebut dapat terlihat. Seperti negara Jepang, rakyat dinegara Jepang sudah sangat maju karena pendidikan dinearanya juga sudah maju sehingga mereka dapat memajukan bangsa mereka sendiri.


     Lalu, mengapa pendidikan di Indonesia begini-begini saja? Padahal pemerintah sudah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun. Apakah itu masih kurang?

     Nah, dari sini saya akan mengulas sedikit mengapa pendidikan di Indonesia terporuk.

     Faktor pertama yaitu, karena wilayah Indonesia yang begitu luas. Karena saking luasnya, masih ada hal-hal dipedalaman yang tidak terjangkau, sarana dan prasana yang masih kurang memadai dan lain sebagainya. Selain itu pula, masih kurang pemahaman tentang pendidikan. Masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting. Karena pendidikan menghamburkan uang. Dari pada menghamburkan uang, lebih baik waktunya digunakan untuk menghasilkan uang. Oleh karena itu, masih banyak masyarakat Indonesia yang berpendidikan rendah.

     Selain dua faktor diatas, ada faktor lagi yaitu tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Tidak merata kenapa? Seperti program wajib sekolah 12 tahun mungkin sudah dicanangkan di beberapa kota-kota besar. Namun, dikota-kota kecil masih saja banyak sekolah yang berbayar sehingga peserta didik yang tidak memiliki biaya kesusahan dalam membayarnya. Ada faktor yang lebih besar semenjak perdangangan bebas, banyak rakyat Indonesia yang terbuai akan teknologi yang memudahkan pekerjaan mereka sehingga menjadi malas karena saking mudahnya.

     Bagaimana pendidikan di Indonesia saat ini?

      Pendidikan di Indonesia saat ini sudah menerapkan Teknologi Informasi yang membuat mereka malas membaca buku. Sudah banyak bertebaran E-Learning dan sudah banyak pula Cyber University. Cyber University yaitu perguruan tinggi online. Jadi kita dapat mengakses pembelajaran tidak perlu datang ke gedung kampus tapi dapat dengan online begitu saja.



Nah, sekian ulasan materi yang diberikan. Semoga bermanfaat bagi pembaca atau bagi calon guru yang dapat memantaskan dengan pendidikan yang akan ditempuh digenerasi selanjutnya:))

Prodi : Pendidikan Fisika (Kelompok 10)

Senin, 16 April 2018

Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas

Hello Guys, I'm comeback with the new topic^^

Today, I will share my experience when attend PRA PKMF



Sebelum ngebicarain PRA PKMF, ada lebih baiknya tau dulu apa itu PKMF.

PKMF itu singkatan dari Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas. Acara PKM ini sebenernya seperti acara-acara pelatihan kepemimpinan lainnya. Mungkin kalau di SMA pada mengenal dengan yang namanya LDKS. Nah, PKM ini juga seperti LDKS hanya saja tingkatan yang lebih tinggi yaitu Mahasiswa. 

Sebelum ke-PKMF, kalian harus mengikuti terlebih dahulu yang namanya PKMP atau PKMR.  Apa itu PKMP dan PKMR? PKMP & PKMR sama yaitu pelatihan kepemimpinan untuk mahasiswa dengan P itu Prodi dan R itu Rumpun. Waktu itu saya ikut masih di rumpun, karena BEM-nya masih rumpun, yaitu Rumpun Fisika.Tapi mungkin nanti sudah menjadi PKMP karena BEMnya sudah menjadi BEM Prodi.

Apa guna ikut PKM?

Banyak sekali manfaat dari PKM. Pertama, kita bisa menambah wawasan dari materi-materi yang dipaparkan dan dari agenda-agenda maupun tugas-tugas yang diberikan (seperti tugas ngeblog xixixi). Agenda-agenda yang dijalani itu sangat-sangat bermanfaat dan melatih diri karena sudah di desain sedemikian rupa. Seperti ada PRA dari PKM, PKM, dan ada PASCA PKM nya sendiri.

Yang kedua kita bisa menambah korelasi teman kita. Mungkin didalem kelas kita berteman sama itu-itu saja, kemana-mana dengan teman yang itu-itu saja. Namun, ketika kita ikut PKM, kita diharuskan berteman dengan siapa saja karena kita akan dikelompokkan dengan orang-orang baru ataupun orang-orang lama yang mungkin tidak terlalu dekat dengan kita. Yang otomatis membuat kita membuka diri menerima teman yang baru. Terutama di Fakultas, kalian akan menemukan banyak wajah-wajah baru dari berbagai jurusan. Pokoknya seru deh  kalau banyak temen^^

Selain dari kedua manfaat yang sudah aku kasih tau, manfaat lainnya dari ikut PKM itu kita bisa meng-explore lebih luas kemampuan kita. Mencoba hal-hal baru yang belum atau jarang kita lakukan. Seperti public speaking, menulis, dan lain sebagainya. 

Sudah taukan PKMF itu apa? 


Sekarang, aku bakalan share tentang kegiatan PRA PKMF yang diadain di hari Sabtu, 14 April 2018.

Sebenernya, aku datang terlambat. Namun, sudah izin kepada CP untuk datang terlambat karena ada suatu acara adi prodi yang melibatkan aku sebagai panitia. Ketika kita ikut acara seperti itu, kita akan memiliki banyak teman. Dan allhamdulillah teman-teman saya memberitahu dan meriview materi-materi dan kegiatannya sehingga saya bisa membuat tulisan ini. kkkk~

 Salah satu materi yang dibawakan saat PRA PKMF adalah materi tentang "Urgensi Kaderisasi" yang disampaikan oleh Kak Solin Nurdin. Dan saya akan sedikit meriview tentang materi tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kaderisasi adalah suatu proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Apa itu kader? Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi yang berfungsi sebagai membantu tugas dan fungsi pokok dari organisasi tersebut.

Di dalam Al-Qur'an dijelaskan dalam QS. An-Nisa : 9

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar (QS. An-Nisa : 9)

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan, bahwa sebagai manusia kita tidak boleh meninggalkan sebuah keturunan yang lemah. Maksud lemah disini merupakan sebuah keturunan yang tidak bisa apa-apa dan tidak memiliki bekal apa-apa untuk hidupnya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus saling membantu mereka.

Dari situlah, kita dapat mengklasifikasikan beberapa tugas-tugas dari kaderisasi yaitu:
1. Pembentukan
Pembentukan disini adalah pembentukan suatu karakter, seperti saat kita MPA atau OSPEK. Pembentukan disini membentuk suatu karakter menjadi sebuah karakter yang kuat dan tidak lemah.
2. Penjagaan
Penjagaan untuk tetap istikomah kepada jalan-jalan baik yang sudah dipilih.
3. Pengembangan
Pengembangan karakter-karakter dan skil-skil orang lain dengan kita memfasilitasinya. Sehingga dia bisa menjadi orang heba.
4. Pewarisan
Setiap kepengurusan dalam organisasi, kita harus mempersiapkan untuk kepengurusan selanjutnya. Supaya perjuangan dan kerja keras yang kita kerjakan saat ini tidak mutlak berhenti di kita. Dan yang lainnya juga bisa merasakan manfaat-manfaat baik yang diberikan.


Selanjutnya ada fungsi dan agenda pengkaderan, diantaranya yaitu pewarisan niai organisasi, penjamin keberlangsungan organisasi, sarana belajar bagi anggot.

Nah, untuk alur pengkaderan di kampus saya (Universitas Negeri Jakarta) sendiri yaitu dari MPA -> PKMP -> PKMF -> PKMU (Pengkaderan Eksekutif). MPA -> PKMP -> PLMF -> PLMU  (Pengkaderan Legislatif.\). Mungkin untuk dikampus lainnya memiliki nama yang berbeda namun alurnya tetap sama sepertinya.

Ohiya, PKMP itu merupakan suatu awal jika kalian ingin ikut organisasi. Jika kalian ingin ikut BEM (Badan Legislatif Mahasiswa) kalian harus lulus dari pengkaderan di Prodi terlebih dahulu. Semakin tinggi jenjangnya, maka semakin banyak PKM yang kalian ikuti.

Itu beberapa materi yang saya dapatkan dari riview teman-teman saya. Sebenarnya masih banyak materi yang di rivew namun ... kkkkk~


OKAYYY GENGS ...


Jadi, gimana nih dari pemaparannya? hihihihiiii><

Kalau kalian mahasiswa, jangan lupa ikut Pelatihan Kepemimpinan yang ada dikampus. RECOMENDED BANGET! xixixi

Thankyouuu paipaiii~



*I'm sorry, I can't upload photo. Sinyal kurbel, jadi jangan bosen ya!:)

Sabtu, 28 Mei 2016

When FALL

     Ketika kita jatuh, kita berharap tidak menangis.
     Ketika kita jatuh, kita berharap ada yang menolong kita.
     Ketika kita jatuh, kita berharap agar segera sembuh.
     Ketika kita jatuh, kita berharap ada yang mendukung kita.
     Ketika kita jatuh, kita berharap semua orang disisi kita.
     Ketika kita jatuh, kita berharap ada yang membuat penghilang sendu.
     Ketika kita jatuh, kita berharap bisa tertawa.
     Ketika kita jatuh, kita berharap dapat menyembunyikannya.
     DAN
     Ketika kita jatuh, kita berharap tuhan dekat dengan kita.

      Itulah yang kita butuhkan ketika kita jatuh sejatuh jatuhnya...

     Bukan rasa kasihan, cacian, makian, DAN TERTAWAAN.

     Butuh kata semangat untuk hidup.
     Butuh teman untuk mendukung.
     Butuh doa untuk kesembuhan.

     Tak ada yang perlu ditertawakan ketika seseorang jatuh, tak ada yang perlu dikasihani, tak ada yang perlu dicaci. Tetapi, tolonglah ia... untuk tetap hidup...

30 Maret 2016

Jumat, 01 Januari 2016

My Lovely Grandma



     Ini kejadian pas gue kelas 1 SMA. Gue gatau tepatnya kapan dan gue sendiri lupa hehe.. Gue cuman pengen berbagi apa yang gabisa gue bagi keorang-orang disekitar gue dengan lisan.

     Entah sudah berapa waktu aku merasakan kegelisahan. Kegelisahan ini kerap membuatku cemas, tidak konsen untuk melakukan apapun. Akupun tak tau ini mengapa. Namun, hati ini memang, terasa, dan jelas sekali terlihat kegelisahannya. Sehingga teman-temanku bertanya kepadaku.

     "Sheil, lo kenapa sih? Mundar-mandir mulu, gajelas."
     "Sheil, lo ada masalah apa? Muka lo kusut amat."
     "Sheill..."
     "Sheill..."
     dan
     "Sheill..."

     Gue juga bingung, gue kenapa, dan mengapa *eh. Setiap temen-temen yang nanya cuman gue jawab, "Gue gapapa.." "Gue juga gatau..." "Gue bingung..." yang malah bikin temen-temen gue makin natap gue aneh. Malah ada sahabat gue yang ngejawabin pertanyaan temen gue, dia malah bilang gini "Gatau tuh, lagi aneh. Habis diputusin kali." Kata sahabat gue. 

     Eh, trus temen gue malah ngejawabnya gini. "Emang Sheilla punya pacar?" GUBRAK. Berasa gue jones banget yak-. OKE, back to topic.



     Awal gue gelisah itu pas habis denger suara nenek gue yang ada di Lampung dua minggu yang lalu. Yak, my grandma in hospital. Gue juga gatau sebenernya kenapa nenek gue bisa sampe masuk rumah sakit, yang sebenernya nenek gue udah satu atau dua bulan yang lalu ada dirumah sakit. Dan ayah gue juga udah jengukin nenek gue seminggu yang lalu ke Lampung tanpa gue dan keluarga gue karena gue harus sekolah.

     Sebenernya gue gamau ngomong sama nenek gue. Soalnya gue baperan. Cengeng. Gampang nangis. Lemah. Tapi, cuman buat urusan keluarga aja. Buat yang lainnya mah gue cewek strong. Nenek gue sering telfon bapak gue dan selalu nanyain gue dan adek gue, cuman yaaa gitu gue selalu bikin alesan buat nggak ngomong sama nenek gue dan hanya adek gue aja yang ngomong sama nenek gue. Itu juga adek gue suka gamau ngomong.

     Hanya saja, pengecualian lah buat hari ini. Karena gue khawatir banget sama nenek gue. Jadi pas bapak gue bilang kalau nenek gue mau ngomong sama gue yaaa gue ambil handphonenya dan bawa ke kamar biar kalau cengeng gue kumat gaada yang tau.

     "Halo..." Sapa nenek gue yang disana. Tuh kan, untung gue dikamar. Baru aja denger suara nenek gue yang parau gue udah berlinang aja. Uh, cengeng nih.

     Gue gak ngejawab sapaan yang pertama, sampe nenek gue nyapa lagi, "Hallo.." baru gue sadar dan ngejawab "Ya nek,.." 

     Disitu rasanya gue udah gabisa ngomong lagi keknya. Suara gamau keluar. Cuman bisa ngomong itu doang. Air mata udah becucuran berlomba-lomba di pipi gue. Gue kebayang wajah nenek gue yang ada dirumah sakit, yang nahan sakitnya diinfus dan lain sebagainya. Gue bisa rasain itu, sampai sekarang.

     Udah gitu, gue denger lagi suara nenek gue. "Gimana kabarnya pit?" Ya, nenek gue biasa manggil gue dengan sebutan Pipit. Sebenernya dulu orang tua gue manggil gue dengan nama Fitri cuman nenek gue kagak tau kenapa malah manggil gue Pipit. But, It's okay and I was pleased with it.

     "Alhamdulillah nek.." Lagi-lagi gue cuman ngeresapin dan nginget bagaimana cara nenek gue manggil gue itu. You know, gue udah gak ketemu sama nenek gue sekitar tiga bulanan. 

      Setelah gue jawab gitu, nenek gue langsung ngasih gue nasehat-nasehat yang sampe sekarang masih gue inget. Nasehat nenek gue "Kalau sekolah yang bener, bikin ibu sama bapak bangga. Jangan kebanyakan main. Kalau naik motor juga hati-hati dan kalau macet telfon aja." itu nasehat nenek gue yang selalu gue inget sampe sekarang.

     Disitu keadaan gue cuman diem, sambil nangis. Gue juga gatau kenapa gue bisa nangis. Pokoknya rasanya hati gue sakit kayak digenggem kuat-kuat dan ada ikatan dengan nenek gue yang disana. Gue ngerasain sakitnya nenek gue, gue ngebayangin kalau yang disana itu gue. Yang lagi diinfus dan dirawat itu gue. Gue ngerasain itu semua. Dan ada bayangan yang paling menakutkan seumur mimpi gue. Lebih menakutkan dibandingkan mimpiin hantu menurut gue.

     Setelah itu, gue coba nenangin diri dan langsung ngasih handphonenya ke bapak gue. Karena gue udah gakuat lagi. Pas habis ngasih hanphone-nya ke bapak gue, gue balik lagi kekamar dan nangis sejadi-jadinya. Gue tau gue cengeng, jadi please jangan ingetin gue lagi.

      Setelah kejadian itu hari-hari gue gelisah. Kepikiran hal-hal negatif tentang nenek gue. Dan gue juga selalu curi-curi kabar dari telfon yang bapak gue angkat. Gue selalu dengerin berita tentang nenek gue walaupun gue gapernah ngomong lagi sama nenek gue.

     Dua minggu dari hari dimana nenek gue nelfon. Gue inget banget, waktu itu hari senin, jam pertama dan lagi pelajaran Fiqih. Gue inget banget. Disitu gue dipanggil sama kakak kelas suruh ke meja piket karena ada orang tuanya. Feeling gue udah gaenak.

     Dan bener aja. Di meja piket udah ada ibu gue sama adek gue, dengan mata ibu gue yang sembab gue udah bisa nyimpulin sendiri. Tanpa basa-basi dan ngasih kabar yang jelas ke gue, guru piket nyuruh gue siap-siap buat pulang kerumah dan berangkat ke Lampung.

     Disitu gue langsung balik ke kelas dengan nahan semua air mata yang udah diujung mata gue. Sampe dikelas badan gue lemes, dan gue nangis sejadi-jadinya. Disitu temen-temen gue langsung kumpul dideket gue dan gue serasa kehilangan nafas saat itu karena gabisa percaya dengan apa yang terjadi. Nenek gue meninggal dunia.

     Disitu temen gue ngasih tau guru gue dan minta izin sama guru gue buat pulang duluan dan gaikut kelas. Dan disitu temen-temen sekelas gue langsung bantuin gue buat beres-beres. Bahkan gue sendiri aja ga ngeberesin barang-barang gue. Buat bangun aja susah. Badan gue lemes. Air mata gabisa berhenti sama sekali.

     Setelah gue keluar, gue denger guru gue dan semua anak kelasan gue pada ngedoain bareng-bareng buat nenek gue. Semoga doa mereka semua bisa membantu nenek gue.

     Setelah itu gue langsung berangkat ke Lampung sama keluarga gue dan om gue yang di Jakarta. Gue berangkat ke Lampung pagi dan sampai di Lampung malem sehabis maghrib.

     Keadaan disana gak kalah sedihnya. Bude gue yang nyambut pertama kali didepan rumah. Dengan mata yang sembab dan merah. Gue tau. 

     Gue masih inget banget kata sambutan pertama yang gue denger dari bude gue itu gini, "Maafin nenek yak Pit, ikhlasin.." sambil meluk gue. Gue bingung. Mau nangis tapi malah bikin memperkeruh suasana. Gak nangis juga air mata udah siap keluar. Jadi, gue harus gimana dong?

     Dan akhirnya gue milih jalan sendiri. Langsung buru-buru masuk kamar dan ngedekem aja dikamar dan menumpahkan seluruh sakit hati gue disana sampai kasurnya bener-bener basah gara-gara air mata gue.

     Selama gue di Lampung setiap malam gue pasti nangis. Gue juga gatau kenapa bisa begini. Rasanya aneh kehilangan satu orang keluarga yang selalu ditemuin setiap hari dan sekarang buat kedepannya gue udah gabisa lagi liat wajah nenek gue.

     Semenjak itu, gue selalu nangis kalau ingat tentang nenek gue. Selalu sedih bahkan bisa sampe nangis kalau temen-temen gue ngomongin tentang nenek mereka. Ya, walaupun gue masih punya nenek dari ibu gue hanya saja rasanya beda. BEDA.

     Dideket-deket setelah kejadian itu juga gue sering ngelamun, entah gue juga ngelamunin apaan tau. Gue juga gatau. Serasa hidup gue ada yang hilang gitu. Belajar juga males rasanya. Cuman, setelah mungin sebuan duabulan dari kejadian itu gue baru bisa sadar, baru bisa bangkit. Dan ngejalanin hidup gue segimana sebelumnya. Tapi, rasanya pasti tidak sama persis seperti yang terdahulu.

Nek, Pipit minta maaf kalau banyak salah sama nenek.
Maaf kalau selalu bantah nenek.
Selalu acuh sama nenek.
Selalu buat salah sama nenek.
Dan belum bisa banggain nenek.
Belum bisa bikin nenek seneng.
Belum bisa ngejagain nenek dengan benar selayaknya nenek selalu jagain aku.
Maaf nek.
Maaf.


     
    

    

Rabu, 29 Oktober 2014

Pawai Tahun Baru Islam

        Heiii guys! Comeback dengan cerita baru nihhh, dari judulnya aja udah ketauan yak?hehee;D Sekarang udah disempet-sempetin lagi nih buat nulis di blog, walaupun yaa cuman sedikit-sedikit dan jarang-jarang waktunya. Oke, balik kepermasalahan awal aja yaaa. Kan mau cerita tentang pawai?pasti pada kepo kan?pada mau tauuu?hayoooo, ketauaannn!;D

        Jadiii, ceritanya tuh giniii... ekhem.. ekhem... *ceksound123* -abaikan-. Lajuttt ajaa yak, berhubung gue yang alhamdulillah pengurus osis, jadi sebelum-sebelum hari H-nya pawai itu biasaaaa.. ngumpul dulu, rapat buat ngerencanain tentang pawai itu. Berhubung gue anak baru di osis, jadi yaa maklumlah masih jaim-jaim gimana gitu, takut salah sesuatu atau salah tingkah *eh.

         Setelah 2 hari rapat, akhirnya sudah ditemukan beberapa gagasan yang baik *eh. Jadi, nanti pas maulid ada beberapa perlombaan disetiap kelasnya. Setian kelas harus mengirimkan minimal satu grup untuk satu perlombaan. Berhubung gue aktif juga dikelas, jadi gue diputusin sama anak-anak untuk ikut lomba cerdas cermat. Padahal gue itu orangnya kaga begitu tau tentang agama, kecuali matematika. Baru boleh tanya sama gue. Gue juga bingung kenapa anak-anak milih gw buat ikut LCC.

           Okey, back to topic *eaaaa. Jadi, sehari sebelum hari H gue ngedekor dulu barengan sama anak-anak osis yang lainnya. Hari itu bener-bener hari penuh perjuangan *bahasanyaterlalutinggi* *gayabanget*. Dihari itutuh, gue sampe malem ada disekolah buat ngedekor dan lain-lain. Mana, pas habis maghrib keadaannya hujan gede banget, trus pas selesai solat ada yang kena yaaa semacam begitulah. *youknowlah*.

            Iyaudah akhirnya anak-anak disuruh pulang yang perempuannya setelah hujannya reda. Dan yang nyelesain dekorasi dan tempat-tempat untuk lombanya itu kaka-kaka kelasnya dan anak-anak yang kelas X. Sebenernya pas pulang dari sana, gue juga kehujanan sama temen gue ditengah jalan. Karena suasanyanya udah malem banget, jadi yaudahlah kitamah trobos aja ujannya. Sampe semuanya basah kucup tanpa sisa.

           Besoknya, gue bingung sama kelas gue yang belum sama sekali bikin dagangan-dagangan buat di stand. Daaannn, diputuskanlah beberapa orang buat gak ikut pawai supaya mereka bisa beli makanan-makanan buat di stand. Daripada kosong gaada sama sekalikan?bisa rebek nanti *aduhbahasamanasih*

           Iyaudah tuh, kita semua pawai muterin bekang. Dan itutuh bener-bener jauh banget perjalanannya. Kerasa banget capeknya, karena gue anak osis jadi gue pastinya dapet kerjaaan. Gue kebagian ngawasin extra MB. Sebenernyamah MB itu udah rapih, orang banyak kru-krunya, jadi yaaa gak terlalu berat dah kerjaaan gue.

            Setelah pawai selesai gitu, gue masih punya banyak kerjaan. Gue ngurusin ini-itu yang gajelas sebenernya juga. Sampe pada akhirnya gue dipanggil sama temen gue suruh masuk ruang LCC. Gue panik, yaialah gue panik! masalahnya gue belum belajar sama sekali, belum nyiapin apa-apa. Boro-boro mau nyiapin atau belajar, orang gue pulang dari osis aja sampe rumah langsung tidur.

             Pas masuk ruang LCC, gue bingung sendiri, sebenernya sih gak sendiri. Guekan segrup. Gue dikasih 30 soal buat dijawab. Untung disitu ada Eka yang emang jago sama pelajaran agama, yaa ada Dini juga sih. Maklum dua-duanya lulusan Ponpes, sedangkan gue cuman lulusan SMPI jadi tambahan pelajaran agamanya jelas beda banget dah.

              Disoal itu gue cuman bisa jawab beberapa, sebenernya juga gabanyak sih, soalnya yang lebih banyak jawab itu Eka yang megang pulpennya. Disoalnya itu maish banyak beberapa nomer soal yang belum diisi, yaudahlah. Disitu juga kita udah puyeng jadi ngasal aja trus langsung dikumpulin dah kejurinya.

               Setelah itu, gue langsung balik ke panggung utama nonton yang fashion show. Beuhhh, pesertanya cantik-cantik banget. Lagi asyik nonton yang fashion show eh malah gue dipanggil lagi sama pihak LCC, katanya kelas gue masuk final. Yaaampun, sebenernya gue bingung kenapa bisa masuk final sedangkan gue sama yang lain aja gak belajar sama sekali.

              Pas gue sama temen-temen gue masuk ke ruang LCC disana gue ngeliat lawan-lawannya. Kelas XII-Agama sama kelas XII-IPA 1. Disitu gue shok, deg-degan beneran. Lawannya aja gilee, kaka kelas semua. Gue bingung kenapa kelas gue bisa masuk final, padahal ada beberapa soal yang gue jawabnya ngasal. Itu emang hidayah~

             Iyaudahlah, disana gue diem aja. Gak ngerti sama bahasan-bahasan soalnya. Iyaudah, jadinya kita kalah sama kaka kelas. Iyaudahlah, gapapa sebenernya juga itu udah dapet juara 3 buat ngewakilin kelas MIA 1 lahhh...

          Iyaa sebenernya banyak sih yang mau gue share cuman tangan gue udah pegel. Mending gue upload-upload foto-foto waktu pawai aja yak, sama fashion shownya. Tinggggg...

Ini tampilan dari jauh para peserta fashion show


Anak X-MIA 1 yang pada bikin spanduk dadakan lansung dipake pawai ;D


MIA 1 gajauh dari yang namanya selfi
 
 Semuaaa merapat, cisss


Yaampunnn,pawai sambil self-selfiii.

Semuaaa model finalis yang ikut fashion show nihhh... Cantik kan?


 Aida sama Julia udah gak kalah cantiknya nih mau ikut fashion show jugaa kayaknyaa hihiiii^-^


Kelakuan anak MIA 1 akibat fashion show.


Selfiiiiiiii~


Semua finalis dan juri berfoto bersamaa...